Kelompok ISIS di Irak (Foto: IBT)
BAGHDAD - Irak mengaku memiliki informasi intelijen yang kredibel mengenai rencana serangan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan, ISIS berencana untuk menyerang sistem kereta bawah tanah atau subway di Paris, Prancis dan New York, Amerika Serikat (AS). Namun pihak AS dan Prancis mengaku tidak mendapatkan bukti mengenai rencana serangan tersebut.
Abadi mengatakan, pihaknya mendapatkan pada 25 September 2014 lalu dari militan ISIS yang tertangkap di Irak. Dirinya menyimpulkan bahwa informasi tersebut sangat kredibel.
"Mereka berencana untuk menyerang subway metro di Paris dan AS. Saya meminta informasi yang lebih lengkap, termasuk nama, kota dan tanggal rencana serangan tersebut. Dari informasi yang saya terima, semua data itu kredibel," ujar Abadi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/9/2014).
Sementara seorang pejabat tinggi Irak menambahkan, pihak intelijen tengah mempelajari informasi penyerangan tersebut.
Meski mendengar rencana serangan ISIS tersebut, Gubernur New York Andrew Cuomo dan Wali Kota New York Bill de Blasio menyebutkan mereka tidak terpengaruh sama sekali. Mereka meyakinkan warga New York bahwa keamanan subway akan tetap dijaga.
"Kami yakinkan kepada warga New York bahwa mereka aman. Pihak kepolisian tidak menemukan ancaman spesifik ataupun informasi kredibel mengenai hal tersebut," tutur De Blasio.
AS dan Prancis bergabung melancarkan serangan udara terhadap basis pertahanan ISIS di Irak dan di Suriah. Serangan itu ditujukan untuk melumpuhkan kekuatan ISIS. (faj)
sumber : okezone.com






0 komentar:
Posting Komentar